Artikel

Sabtu, 05 November 2016

Jika Masih Sayang Pacarmu, Jangan Izinkan Dia Ikut SM-3T!

Festival Anak Soleh 2016 Masjid Baitul Munawarah Kampung Muara Jawaq,
Kec. Mook Manaar Bulatn, Kab. Kutai Barat
SM-3T merupakan Program Pengabdian Sarjana Pendidikan untuk berpartisipasi dalam percepatan pembangunan pendidikan di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) selama satu tahun. Dari pengertiannya saja sudah jelas dia akan pergi meninggalkanmu selama satu tahun. Bukan hanya pergi setahun, dia harus bertugas di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal. Kebayang kan bagaimana jauhnya dari kamu? Kebayang juga kan bagaimana susahnya untuk bertemu kalau kamu merindukan dia?
Ada beberapa hal yang harus kamu pertimbangkan saat dia tiba-tiba meminta izin untuk ikut program tersebut. Apalagi untuk kamu yang tidak bisa jauh dari dia. Berikut ini kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi saat dia mengikuti program SM-3T.
1.      Tidak Perhatian Lagi
Ketika dia mengikuti program SM-3T, dia akan ditugaskan di daerah yang masih sangat tertinggal. Tentunya smartphone dia tidak akan mendapatkan sinyal HSDPA atau 4G. Bisa bayangkan kan ketika kebiasaanmu dengan dia ber-videocall-an, tiba-tiba menjadi tidak bisa lagi. Pasti hubungan kalian agak terasa aneh bukan? Memang sih, masih bisa SMS dan Telpon, tapi apakah menjamin, smartphone dia akan menyala terus? Perlu kamu ketahui, di daerah yang tertinggal, listrik PLN banyak yang belum masuk. Penerangan banyak yang masih menggunakan pelita, terus bagaimana dia bakalan nge-cas smartphone-nya? Kalau smartphone-nya mati berhari-hari bagaimana? Terus bagaimana jika mendadak dia tidak perhatian denganmu? Dia tidak lagi seperti dulu yang selalu mengucapkan selamat pagi, selamat siang, selamat malam, met bobo, jangan lupa makan ya, dan ucapan-ucapan lainnya yang bisa membuatmu diperhatikan.
2.      Terlalu Sibuk
Sesampainya di lokasi, kekasihmu sepertinya akan lebih sibuk dari biasanya. Saya yakin, dia tidak hanya mengajar sesuai jadwal yang telah ditentukan. Saya yakin, jika ada jam kosong ataupun guru tidak datang untuk mengajar, kekasihmu akan masuk dan mengajar kelas tersebut menggantikan guru yang tidak datang. Ketika ada salah satu guru mengecat pagarsekolah, saya yakin kekasihmu tidak hanya diam dan pura-pura tidur siang, pasti kekasihmu akan membantunya. Ketika ada kegiatan di Kampung, saya yakin kekasihmu tidak sebagai penonton, namun sebagai salah satu penyelenggara. Ketika ada orang meninggal, saya yakin kekasihmu tidak hanya datang makan saja, melainkan datang membatu memotong kayu untuk masak, dan itu berlangsung beberapa hari.
Dan saya yakin pula, kekasihmu akan menemui kegiatan-kegiatan yang dia terlibat tanpa harus disuruh. Saya yakin itu.
3.      Milik Masyarakat
Milik masyarakat? Wow... keren! Tentu kamu bakalan merasakan sensasi yang luar biasa bukan ketika tahu kekasihmu begitu dibutuhkan masyarakat. Ayah-able banget kan yang seperti itu? Selain tugas pokoknya mengajar, mereka yang mengikuti SM-3T punya agenda lain, yaitu bermasyarakat. Setiap orang pasti dong bermasyarakat, kamu juga kan? Ya meskipun sekarang belum. Hahahaha.
Di beberapa daerah 3T, ada yang menganggap Guru pendatang itu serba bisa dan serba tahu (tidak semuanya seperti itu sih, tapi beberapa lokasi memang ada). Hal ini membuat peserta SM-3T harus sering di masyarakat untuk saling berbagi pengetahuan. Nah, gimana tuh, kalau misalnya ada Kepala Suku yang ingin menjadikan kekasihmu sebagai menantunya? Atau karena sering di masyarakat membuat kekasihmu sering mendapatkan makanan dari warga? Kalau makanan biasa saja sih ndak masalah, tapi kalau sudah di beri Ancan (pelet Suku Dayak)? Hahahaha.
Dan lagi-lagi, ketika kekasihmu terlalu dibutuhkan masyarakat, perhatian ke kamu kembali berkurang. Kamu siap?
4.      Menunda Menikah, 3 Tahun
Nah, ini yang begitu berat. Apalagi untuk Mbak-Mbak baper yang ingin segera menimang anak. Atau juga Mbak-Mbak baper yang sudah diperbincangkan tetangga kanan-kiri. Bisikan perawan tua benar-benar jahat dan menyudutkan, tuduhan itu benar-benar tidak mendasar menurut saya. Kamu pernah kan dituduh begitu? Kalau belum, tetanggamu keren! Coba saja, sesekali para tetangga itu menanyakan kepada tetangganya, mengapa kok belum menikah. Tentu alasannya bukan karena kekasihnya mengikuti SM-3T.
Program ini berlangsung selama satu tahun. Setelah selesai mengabdi selama satu tahun, masih dilanjutkan dengan Program Profesi Guru (PPG) selama satu tahun. Artinya dua tahun terikat kontrak. Selama itu, peserta juga menandatangani perjanjian untuk tidak menikah selama mengikuti program. Nah, kenapa bisa 3 tahun? Nah, yang satu tahun lagi untuk menguatkan hati, mematangkan keyakinan, dan ehem....
Bagaimana?? Sudah siap dengan kemungkinan-kemungkinan yang bakalan muncul? Banyak kok yang berhasil melewatinya, namun tidak sedikit yang gagal dalam mempertahankan hubungannya. Kalau masih ragu, coba tanyakan pada hatimu lagi. Kalau sudah mantep, silakan beri dia kesempatan untuk berbakti pada negara. Ingat, cinta itu bukan melepas, namun merelakan. Bukan juga merantai, namun memberi sayap.

Muara Jawaq, Desember 2015

Kutai Barat, Kalimantan Timur

5 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Ya setidaknya peserta sm3t tulus membantu mencerdaskan anak" pedalaman, mereka berhak mendapat pendidikan yg layak.

    BalasHapus
  3. Ya setidaknya peserta sm3t tulus membantu mencerdaskan anak" pedalaman, mereka berhak mendapat pendidikan yg layak.

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.