Artikel

Jumat, 27 Desember 2013

REPUBLIK INI BUTUH KITA!

Parpol peserta Pemilu 2014

Tidak terasa ya 2013 bakalan habis, sebentar lagi sudah tahun 2014. Bagaimana resolusimu ditahun 2013? Sukseskan? Aku? Jangan ditanya ya, resolusiku di tahun 2013 hancur berantakan. Untuk lulus kuliah saja masih kesusahan

Sudah pada tahu kan 2014 nanti bakal ada apa? Yups, bener banget! Tahun 2014 nanti bakalan ada Pemilu, sampai-sampai 2014 disebut tahun politik. Padahal Pemilu itu Cuma satu hari, yaitu tanggal 9 April, tapi kenapa bias disebut tahun politik ya? Emmmm, masa bodo lah. Yang penting 2014 nanti aku bisa wisuda. #eh

Kalau sudah tahu Pemilu dilaksanakan 9 April, sudah tahu juga jumlah Partai Politik peserta Pemilu? Apa belum tahu? Buruan gih, googling. Keywordnya “Parpol Peserta Pemilu 2014”. Kalau aku sebutin satu persatu nanti dikira kampanye.

Sebelum menentukan pilihan, kita review dulu Pemilu 2009 kemarin. Pasti yang kelahiran tahun ’91 merupakan pengalaman pertama ikut dalam “Pesta Demokrasi” ini kan? Bagaimana Partai yang kalian pilih? Korupsi? Tidak peduli? Lupa sama janjinya? Tentu sama kan jawabnya. Yah, bias dikatakan banyak para “penjahat” yang terpilih menjadi wakil rakyat di tahun 2009 kemarin.

Kalau besok pasti gak bakal milih “penjahat” itu lagi kan? Atau mau golput aja?hahaha…Tidak dapat dipungkiri, banyak bentuk kekecewaan masyarakat Indonesia akan kinerja wakil rakyatnya. Mereka seolah-olah raja yang harus dilayani. Mereka lupa akan kodradnya sebagai abdi masyarakat. Korupsi, suap, gratifikasi menjadi pembicaraan panas setiap pagi di layar televisi. Mulai dari anggota dewan, Mentri, bahkan penegak hokum pun ikut “bancakan”. Nah, melihat fenomena tersebut menjadikan masyarakat enggan untuk menyambut Tahun Politik nanti. Bahkan para pemuda yang sering apatis terhadap politik, bias dipastikan mereka akan GOLPUT.

Tidak percaya? Coba deh lihat akun social media mereka, pasti banyak banget hujatan terhadap Partai Politik, bahkan Pejabat Negara pun ikut dihujad. Apalagi pejabat yang aktif di social media, bakal menjadi bahan bullying. Tahu sendiri kan kalau social media itu keras, social media itu gak ada regulasinya.
Melihat bobroknya Republik ini angka Golput di Pemilu 2014 nanti bakal semakin tinggi. Tapi, apakah dengan Golput akan menyelesaikan masalah? Apakah Golput solusi terbaik? Menurut saya, Golput adalah sikap yang diambil oleh orang-orang yang kalah sebulum perang. Mereka menyerah tanpa mencoba. Memang si, Golput juga merupakan hak masing-masing individu. Tapi sekali lagi apakah Golput merampungkan masalah?

Menurutku Golput tidak akan menyelesaikan masalah. Partai Politik bakal semakin senang kalau angka Golput meningkat, yang penting kader mereka semakin bertambah. Dan Pemilu pun akan tetap dilaksanakan kalau kita Golput. Karena memang sudah syaratnya demokrasi. Sayang kan Pemilu yang menghabiskan dana Negara yang begitu banyak itu hanya dimanfaatkan Parpol saja? Dan Apakah dengan kita Golput masalah Republik ini akan selesai?

Emmmmm, ada yang tahu, usia berapa Soekarno mendirikan Partai Nasioanal Indonesia (PNI)? Ya kita gak harus meniru Soekarno dengan mendirikan partai politik. Kita sadar dan kenal politik saja sudah cukup. Karena dengan kita sadar dan kenal politik, kita akan mampu mengawasi dan menjaga Republik ini.

Yah, intinya jangan cuma berpangku tangan lalu teriak Golput. Republik ini butuh kita, republik ini menanti perubahan yang lebih baik. Kalau bukan kita (pemuda Indonesia), lantas siapa lagi? Kalau bukan sekarang, terus kapan lagi? Karya-karya kita yang akan membuat Indonesia bangga.
Baca selengkapnya »

Senin, 02 Desember 2013

Selamat Datang, Kamar Semiotik


Entah apa yang sedang saya pikirkan hari ini, entah langkah mana yang menggiringku untuk mencoba merambah dunia blog. Ya, hari ini saya tertarik lagi untuk belajar 'ngeblog'. Sebelumnya memang saya pernah berlajar bermain blog, tapi hasilnya nihil. Ada beberapa blog yang sudah saya isi, tapi terbengkalai dan akhirnya tak bisa dibuka kembali. Dan itu sudah berulang sampai tiga kali.

Yeah, siapapun, saya ingin belajar dengan dunia ini. Saya ingin mengenal kalian, saya ingin membaca tulisan kalian. Yeah, siapapun, semoga kalian menyambutku, semoga kalian juga berkenan membaca apa yang telah saya pikirkan dan tertuang dalam tulisan ini.

Selamat datang di kamar saya, selamat datang di Kamar Semiotik yang sederhana ini. Salam dari Newbie :D
Baca selengkapnya »
Diberdayakan oleh Blogger.