![]() |
| Parpol peserta Pemilu 2014 |
Tidak terasa ya 2013
bakalan habis, sebentar lagi sudah tahun 2014. Bagaimana resolusimu ditahun
2013? Sukseskan? Aku? Jangan ditanya ya, resolusiku di tahun 2013 hancur
berantakan. Untuk lulus kuliah saja masih kesusahan
Sudah pada tahu kan
2014 nanti bakal ada apa? Yups, bener banget! Tahun 2014 nanti bakalan ada
Pemilu, sampai-sampai 2014 disebut tahun politik. Padahal Pemilu itu Cuma satu
hari, yaitu tanggal 9 April, tapi kenapa bias disebut tahun politik ya? Emmmm,
masa bodo lah. Yang penting 2014 nanti aku bisa wisuda. #eh
Kalau sudah tahu Pemilu
dilaksanakan 9 April, sudah tahu juga jumlah Partai Politik peserta Pemilu? Apa
belum tahu? Buruan gih, googling. Keywordnya “Parpol Peserta Pemilu 2014”.
Kalau aku sebutin satu persatu nanti dikira kampanye.
Sebelum menentukan
pilihan, kita review dulu Pemilu 2009 kemarin. Pasti yang kelahiran tahun ’91 merupakan
pengalaman pertama ikut dalam “Pesta Demokrasi” ini kan? Bagaimana Partai yang
kalian pilih? Korupsi? Tidak peduli? Lupa sama janjinya? Tentu sama kan
jawabnya. Yah, bias dikatakan banyak para “penjahat” yang terpilih menjadi
wakil rakyat di tahun 2009 kemarin.
Kalau besok pasti gak
bakal milih “penjahat” itu lagi kan? Atau mau golput aja?hahaha…Tidak dapat
dipungkiri, banyak bentuk kekecewaan masyarakat Indonesia akan kinerja wakil
rakyatnya. Mereka seolah-olah raja yang harus dilayani. Mereka lupa akan
kodradnya sebagai abdi masyarakat. Korupsi, suap, gratifikasi menjadi
pembicaraan panas setiap pagi di layar televisi. Mulai dari anggota dewan,
Mentri, bahkan penegak hokum pun ikut “bancakan”. Nah, melihat fenomena
tersebut menjadikan masyarakat enggan untuk menyambut Tahun Politik nanti. Bahkan
para pemuda yang sering apatis terhadap politik, bias dipastikan mereka akan
GOLPUT.
Tidak percaya? Coba deh
lihat akun social media mereka, pasti banyak banget hujatan terhadap Partai
Politik, bahkan Pejabat Negara pun ikut dihujad. Apalagi pejabat yang aktif di social
media, bakal menjadi bahan bullying. Tahu sendiri kan kalau social media itu
keras, social media itu gak ada regulasinya.
Melihat bobroknya
Republik ini angka Golput di Pemilu 2014 nanti bakal semakin tinggi. Tapi,
apakah dengan Golput akan menyelesaikan masalah? Apakah Golput solusi terbaik?
Menurut saya, Golput adalah sikap yang diambil oleh orang-orang yang kalah
sebulum perang. Mereka menyerah tanpa mencoba. Memang si, Golput juga merupakan
hak masing-masing individu. Tapi sekali lagi apakah Golput merampungkan
masalah?
Menurutku Golput tidak
akan menyelesaikan masalah. Partai Politik bakal semakin senang kalau angka
Golput meningkat, yang penting kader mereka semakin bertambah. Dan Pemilu pun
akan tetap dilaksanakan kalau kita Golput. Karena memang sudah syaratnya demokrasi.
Sayang kan Pemilu yang menghabiskan dana Negara yang begitu banyak itu hanya
dimanfaatkan Parpol saja? Dan Apakah dengan kita Golput masalah Republik ini
akan selesai?
Emmmmm, ada yang tahu,
usia berapa Soekarno mendirikan Partai Nasioanal Indonesia (PNI)? Ya kita gak harus
meniru Soekarno dengan mendirikan partai politik. Kita sadar dan kenal politik
saja sudah cukup. Karena dengan kita sadar dan kenal politik, kita akan mampu
mengawasi dan menjaga Republik ini.
Yah, intinya jangan cuma
berpangku tangan lalu teriak Golput. Republik ini butuh kita, republik ini
menanti perubahan yang lebih baik. Kalau bukan kita (pemuda Indonesia), lantas
siapa lagi? Kalau bukan sekarang, terus kapan lagi? Karya-karya kita yang akan
membuat Indonesia bangga.


